Signup here Login Subscribe
Article Categories
Entertainment
Shopping
Food
Tourism
Education
Culture
Science/Tech
General
Cross-Regional
General Articles
Jasa ekspedisi import borongan / resmi , By sea dan by air harga all in sampai Jakarta
Jasa Ekspedisi Import Door to Door Service
catatan kecilku
Aku dan Pabrik Gula
Belajar dari Sebuah Mobil
Bertahan dibalik Ke "khas" an.
Kecap Legendaris dari Majalengka
Belajar dari Kemasan
Catatan Kecil Nostalgia
PAKU dan AMARAH
1001 Burung Kertas
General News
KEHILANGAN
POLSEK CIWARINGIN MENGGELAR PELAYANAN TERPADU
"TELAH HILANG BPKB Sepeda Motor"
TELAH MENINGGALKAN RUMAH
“Modus Over Boking, Berujung Penipuan”
Manis Gula-Gula Cinta
Dua Siswi Mengaku Dicabuli
Kegiatan Peningkatan Pengolahan dan Pemasaran Produk Ikan dan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan Tahun 2011
UPAYA MENEGAKKAN KEWENANGAN DAERAH SESUAI DENGAN UU No.22/1999
Kecamatan Talaga Juara Umum MTQ Ke-42 Tingkat Kabupaten Majalengka
Bupati Majalengka membuka secara resmi MTQ ke-42
General Blogs
d'_va
wartamajalengka
Advertise Here - Get Worldwide and Local Reach by promoting your business on warta-majalengka.com
Articles > General > Rindu Yang Ke Sembilan (by: Momon S. Maderoni)

Rindu Yang Ke Sembilan

Comments (0) (in General) - by: Momon S. Maderoni - 30-DEC-2011 7:21 PM
Saat usia lebih dari setengah abad, kerinduan dipeluk dinginnya puncak gunung tak terbendungkan.

Gunung Ciremai, adalah salah satu Gunung yang berkali kali dikunjungi dan mempunyai kenangan, dan pesona tersendiri.

Saat langit pagi cerah, saat embun baru luruh, saat menyibak jendela kamar, diantara bayang pohon kelapa tetangga depan rumahku, pada horizon pembuka hari, terlihat pesonamu : Tinggi, biru alam, membentang kakimu dari timur ke barat.
 
Pada malam, saat cahaya purnama jatuh di jalan setapak, di lereng utaramu, tampak kerlipan tungku-tungku pembuat arang.
Segala keindahan yang telah kau sajikan sejak masa kanak-kanakku, meninggalkan kenangan dan jelajah rasa penasaranku : suatau saat, aku ingin mengakrabimu, Ciremai !
 
Pendakian Pertamaku :
Lembaran terakhir kalender tahun 1980 baru lepas. Lembar pertama kalender baru dibuka, saat pertama aku berkesempatan menjamahmu.
 
Adzan Ashar melepas langkah kakiku dan kakakku meninggalkan Balaia Desa Linggarjati. Berdua kami merayapi kakimu, dengan sambutan pertama, hamparan hutan Pinus.
 
Berjuang semalam suntuk, dengan  istirahat terakhir di Pangasinan, sebuah tanah datar jelang Puncak, samar-samar terdengar Adzan Subuh. Kami hadapkan wajah dan sujud Subuhku diatas batu besar jelang puncakmu.
Sinar pagi, di horizon laut Jawa, menyambut kami saat kaki-kaki lelah kami menginjak pertama di pinggir bibir timur kawahmu.
 
Pendakian Berikutnya :
Pesona Gunung tertinggi di Jawa Barat, dan tertinggi ketiga di Pulau Jawa ini mempesonaku untuk kembali mendakinya.
 
Pendakian Keduaku bersama anak-anak kelompok Pecinta Alam SMA asuhanku, para Siswa sebuah SMA Negeri di Jakarta.
Pendakian Ketigaku, bersama para Mahasiswa yang sekaligus sambil melakukan Eksperimen Frquency Radio Propogatian untuk High Frequency Radio (3,5, 7, 21 Mhz) untuk komunikasi radio Lokal, Nasional dan Internasional (di dunia Amatir Radio dikenal dengan Long Distance Communication, Dxing).
Pendakian Keempat , adalah pendakian selingan mengisi waktu liburan disela-sela kesibukan Kuliah.
 
Pendakian Misi SAR :
Pendakian Kelima, adalah pendakian  dalam misi SAR di gunung ini atas korban jiwa hilangnya Warga Karawang (korban ajaran Dukun).
 
Pendakian Keenam, adalah pendakian Misi SAR atas hilangnya 2 Siswi SMA dari Jakarta Sdri Sri dan Jansen.
Pendakian Keenam ini juga sangat tidak mudah dilupakan  bagiku. Karena inilah pendakian dimana saat turun aku lakukan seorang diri. Ditengah gelapnya malam, hujan yang mengguyur, menuruni gunung seorang diri, menjadi pelajaran tentang "Ketenangan, Keberanian yang penuh perhitungan, Pengendalian Diri".
 
Antara Tekad & Terpaan Badai Ciremai :
Pendakian Ketujuh dan Kedelapan, adalah pendakian experiment "Pendirian Stasiun Repeater Radio 144 Mhz" dengan Orari Cirebon dan Kuningan.
 
Pendirian peralatan tersebut menjadi catatan tersendiri, karena sebelumnya belum pernah ada pemasangan alat sejenis pada posisi lebih dari 3000 meter dpl (Dari Permukaan Laut).
 
Pendakian ini juga merupakan suatu pelajaran pertama, bagamana "mengkoordinir team pendukung pendakian dengan jumlah 48 orang", yang berasal dari Penduduk Desa Palutungan, yang diberi tugas membantu membawa peralatan pendirian stasiun radio tsb (Semen, Tiang Antena setinggi 15 meter, Aki Mobil, Kabel, Kawat berduri, Bok Radio dlsb).
 
Pendakian ini perlu dilakukan 2  kali pendakian pendirian fasilitas repeater tersebut.  Pada pendakian pertama, semua team dihantam badai besar, sehingga tenaga penduduk tsb, pontang-panting turun sebelum mencapai Puncak, menghindari besarnya terpaan badai dan hujan (walaupun mereka sdh diberi jasa uang bayaran).
 
Saat itu kami, team inti (6 orang) bertahan selama 20 jam di dalam tenda ditengah kungkungan terpaan badai..! (Demi sebuah hasil Experiment kami lakukan itu, alhamdulillah hasil experiment saat itu sangat bermanfaat).
 
Tanggal 8 November 1988, peralatan experiment, dengan dana darii kantong-kantong pribadi, tersebut berhasil didirikan , selain tercatat sebagai team yang bisa memasang peralatan tsb diatas ketinggian 3000 m  dpl, juga hasilnya bisa menghubungkan pengguna 2 m band berkomunikaasi jarak jauh (tercatat bisa komunikasi antara Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan dan Sulawesi).
 
Tanggal 8 November 1988 tsb, adalah saat terakhir kakiku menjejak di bibir puncak kawah Ciremai.
 
Rindu pada Yang Ke 9 :
Dalam usiaku kini  yang lebih dari setengah abad, bayangan keindahan pesonamu, membangkitkan keinginan, kerinduan menyapamu.
 
Aku rindu pada jalur pendakian Palutungan, yang memutar - mutar. Rindu pada dingin dan beningnya mata air Cigowong di jalur itu.
 
Aku rindu pada jalur Linggarjati, yang tak pernah memberi waktu untuk bernafas, karena jalurmu terus menanjak. Namun dijalurmu ini, aku bisa memandang lepas bentang alam pantai dan horizon temaramnya pagi.
 
Aku rindu berselimut Sleeping Bag, di bawah rerimbunan pekatnya hutan Kandang Kuda.
Aku rindu pada tawa canda saat istirahat di batu besar petilasan Sang Wali.
Aku rindu saat membuka pagi, mengintip embun di "sepotong tanah datar" Pangasinan, sejengkal langkah, sehela nafas  menuju Puncakmu.
Atau duduk di batu besar dalam Gua Lalay, sementara dibawahnya air jernih mengalir mengitari batu.
 
Berdiri di tebing kawah, menatap tebing kawah bagian dalam, deretan Gua-gua. Hamparan luasnya kawah, hamparan bentang alam sekitar, menggoda mata dan merasuk kedalam jiwa-jiwa yang rindu keindahan dan ketenangan, yang membawa pada rasa kekaguman akan Sang Pencipta.
 
Aku rindu pada Pendakian ke 9 ku. Bukan aku ingin menantang alam, karena tak seorangpun yang sanggup menantang alam.
Aku rindu pada pendakianku, karena aku rindu membaca ayat-ayat alamMu. Aku ingin mengakrabimu, karena alam adalah Guru Tertua ku..!
 
Momon S. Maderoni.
Anggota Orari – YC0BDY sejak tahun 1978
Penggiat Kegiatan Alam Bebas
 
 
 
 
 
(you must login to post comments/replies, you can register here)
bahasa/language: Bahasa Indonesia English Language
Excelsis Fine Fragrances -Handcrafted With Real Essential Oils
Mastershop
BigYellowzone.com - Web Developers - Shopping Cart Specialists.
Advertise Here - Get Worldwide and Local Reach by promoting your business on warta-majalengka.com

Privacy Policy and Terms

We take privacy seriously.

We take the privacy of our site's visitors/members very seriously.
Please click here to view our privacy policy and general terms, which also includes details of "who can see what?" regarding the information that you enter on the site, and our general approach/terms to usage of the site.

Copyright © 2011-2017 BigYellowZone. All Rights Reserved.
Designed/Created by: BigYellowZone.com