Daftar di sini Login Berlangganan
Artikel Kategori
Hiburan
Belanja
Makanan
Wisata
Pendidikan
Budaya
Ilmu/Tek
Umum
Lintas Daerah
Budaya Artikel
fiksimini sunda
Wayang Kita
oom somara de uci Artikel
Rod Stewart di Indonesia
Budaya Blog
Out and about
Iklan di Sini - Dapatkan Jangkauan Worldwide dan Lokal dengan mempromosikan bisnis Anda di warta-majalengka.com
Artikel > Budaya > Catatan Kehidupan Redjono Hadi (oleh: oom somara de uci)

Catatan Kehidupan Redjono Hadi

Komentar (0) (di Budaya) - oleh: oom somara de uci - 14-DES-2011 03:28
Kumpulan Puisi, Cerita dan Surat-surat Redjono Hadi

Saya ingin memperkenalkan sahabat yang saya kagumi, walaupun hingga kini belum pernah bertemu. Saat ini saya sedang menyiapkan semua karyanya untuk menjadi sebuah buku lengkap meliputi puisinya, ceritanya serta semua suratnya.

Ia yang bernama Redjono Hadi, lahir di Jepara pada 2 Juli 1947. Setelah lulus dari SMAN 1 Jepara melanjutkan ke Akademi Farming di Semarang, lulus tahun 1972 dan mendapat gelar Sarjana Muda lengkap dengan titel Bsc.

Mulai menulis puisi sejak umur 13 tahun ketika masih duduk di SMP. Selain itu aktif dalam dunia teater sejak 1963, bergabung dengan Sanggar Matahari di Jepara. Ketika tahun 1970, bergabung dengan sanggar HSBI di Kudus dan pentas di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Sampai dengan tahun 1973 tak kurang dari 50 pementasan teater yang pernah dilakukan. Baik teater konvensional maupun kontemporer, dari karya Barabah hingga karya sendiri, dari karya Motinggo Busye hingga Anton Chekov.

mulai tahun 1975, ketika ia mulai bekerja formal, kegiatan berteater ini nyaris berhenti sampai saat pensiun di tahun 2000. Namun selama itu aktivitas menulis puisi terus ditekuni hingga sekarang.

Kecintaannya terhadap dunia puisi menurut Mbah Redjo,-panggilannya kini-, sudah menyatu dalam hidupnya sehingga tak ada apapun yang dapat mengganggu gugat kesetiaannya itu. Credo yang ditulisnya sendiri adalah,” Puisi tidak membutuhkan kata-kata, puisi tidak memerlukan kalimat berbunga, untuk hidupnya puisi hanya membutuhkan sukma, ketika segalanya telah sirna lenyap, punah, tinggal puisi yang tinggal, kembali ke muasalnya”.

Saya memeriksa ratusan puisinya, ceritanya dan surat-suratnya yang dikirimkan lewat teman, Achries M Saad, seniman Cirebon. Ia percaya saya bisa menerbitkannya menjadi sebuah buku melalui Pustaka Kemucen yang saya pimpin, sebagai kado di hari tuanya, -ia seangkatan dengan kepulangan Rendra dari Amerika, dan ikut dalam perkemahan kaum urakan di Parangtritis, sebuah alur hidup yang juga puitis.

Saya memberinya judul “Catatan Kehidupan” dengan sub judul Kumpulan Puisi, Cerita dan Surat-surat Redjono Hadi. Buku ini, sangat mungkin akan menjadi karya restrospeksi dari seorang Redjono Hadi.

Ia sekarang tinggal di sebuah rumah sederhana di Serang, Banten

(Anda harus login untuk mengirim komentar/balasan, Anda dapat mendaftar di sini)
(artikel ini dimoderatori - Anda dapat melihat komentar Anda / balasan segera setelah Anda posting mereka, tetapi yang lain hanya akan melihat mereka sekali pemilik telah menyetujui artikel mereka)
bahasa/language: Bahasa Indonesia English Language
Excelsis Fine Fragrances -Handcrafted With Real Essential Oils
Mastershop
BigYellowzone.com - Pengembang Web - Belanja Spesialis
Iklan di Sini - Dapatkan Jangkauan Worldwide dan Lokal dengan mempromosikan bisnis Anda di warta-majalengka.com

Kebijakan Privasi dan Ketentuan

Kami menjaga privasi serius.

Kami menghargai privasi dari pengunjung situs kami / anggota sangat serius.
Silakan klik di sini untuk melihat kebijakan privasi kami dan istilah umum, yang juga mencakup rincian dari "yang dapat melihat apa?" mengenai informasi yang Anda masukkan di situs, dan pendekatan umum kami / istilah untuk penggunaan situs.

Hak Cipta © 2011-2017 BigYellowZone. All Rights Reserved.
Dirancang/Dibuat oleh: BigYellowZone.com