Daftar di sini Login Berlangganan
Artikel Kategori
Hiburan
Belanja
Makanan
Wisata
Pendidikan
Budaya
Ilmu/Tek
Umum
Lintas Daerah
Umum Artikel
INFORMASI PENTING TENTANG SEMUA (Bahasa Indonesia)
IMPORTANT INFORMATION CONCERNING ALL (English)
Jasa ekspedisi import borongan / resmi , By sea dan by air harga all in sampai Jakarta
Jasa Ekspedisi Import Door to Door Service
Aku dan Pabrik Gula
Rindu Yang Ke Sembilan
Belajar dari Sebuah Mobil
Bertahan dibalik Ke "khas" an.
Kecap Legendaris dari Majalengka
Belajar dari Kemasan
Catatan Kecil Nostalgia
PAKU dan AMARAH
1001 Burung Kertas
Umum Berita
KEHILANGAN
POLSEK CIWARINGIN MENGGELAR PELAYANAN TERPADU
"TELAH HILANG BPKB Sepeda Motor"
TELAH MENINGGALKAN RUMAH
“Modus Over Boking, Berujung Penipuan”
Manis Gula-Gula Cinta
Dua Siswi Mengaku Dicabuli
Kegiatan Peningkatan Pengolahan dan Pemasaran Produk Ikan dan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan Tahun 2011
UPAYA MENEGAKKAN KEWENANGAN DAERAH SESUAI DENGAN UU No.22/1999
Kecamatan Talaga Juara Umum MTQ Ke-42 Tingkat Kabupaten Majalengka
Bupati Majalengka membuka secara resmi MTQ ke-42
Umum Blog
d'_va
wartamajalengka
Iklan di Sini - Dapatkan Jangkauan Worldwide dan Lokal dengan mempromosikan bisnis Anda di warta-majalengka.com
Artikel > Umum > catatan kecilku (oleh: firman)

catatan kecilku

(di Umum) - oleh: firman - 22-MEI-2012 06:01
wew
liat Bola
liat Bola
  ***
Sekolah tinggi informasi telematika saat ini menjadi sekolah yang paling bergengsi. Itulah kenapa Farid memilih untuk masuk ke dalam STIT. Para mahasiswa umumnya kerap kali percaya diri jika ditanya belajar di mana. Mereka selalu menjawab dengan tegas dan meneguhkan kepada si penanya bahwa mereka adalah mahasiswa yang terpandang.
  Farid tak tahu banyak tentang komputer,dalam hatinya hanya berfikir bahwa impiannya untuk menjadi seorang pakar telematika yang handal bisa segera terwujud. Ia pun diterima karena memiliki nilai Ijazah yang cukup tinggi.
  Pada hari pertama kuliah Farid merasakan hal yang baru. Ia pun memasuki ruangan yang penuh dengan komputer. Ruangan kelas penuh dengan mahasiswa dan mahasiswi baru.
  Sebagian dari mereka saling berkenalan dan berbagi no Hp,bahkan ada yang saling bertukar pengalaman ketika mereka masih duduk di tingkat SMA. Kemudian Farid melangkahkan kaki menuju tempat duduk di pojok paling belakang. Farid berniat untuk tidak berkenalan. Sebab perkenalan adalah saling bertukar identitas. Ia merasa malu dan minder,sebab yang ia lihat adalah anak dari orang-orang kaya yang pakaiannya pun jauh lebih bagus dari yang dikenakannya. Ia tidak membayangkan jika ada yang bertanya mengenai identitasnya apa yang hendak dikatakan.
  Satu mata pelajaran telah usai. Adzan dzuhur telah berkumandang di Masjid Al-Hikam. Masjid yang cukup megah dengan polesan arsitektur eropa dan timur tengah yang di khususkan untuk shalat bagi para mahasiswa dan mahasiswi muslim. Farid langsung bergegas pergi ke Masjid. Ia berfikir jika orang-orang yang rajin shalat di kampus biasanya adalah golongan menengah ke bawah.
  Usai shalat Farid memberanikan diri bertanya kepada seorang mahasiswa yang sedang membaca buku islami.
  "Assalamualaikum,maaf kamu mahasiswa baru?"
  "Ya."
  "Kalau boleh saya tahu,nama kamu siapa?"
  "Abdul Rasyid dari solo,kalau kamu?"
  "Farid Ahmad dari Garut."
  Inilah kali pertama Farid berkenalan. Ia melihat dan merasakan bahwa  ada sekat antar kelas di kampus ini. Dimana beberapa anak mahasiswa yang kaya raya memisahkan diri dan membuat grup sendiri. Mereka pun dating ke kampus dengan mobil mewah dan motor gede.
  Semenjak dekat dengan Abdul Rasyid,Farid merasakan ada kecocokan. Ia pun kerap kali melihat bibir Abdul Rasyid bergetar melantunkan dzikir dan doa. Hingga pada suatu ketika Farid di ajak ke asrama dan di perkenalkan dengan teman-teman Abdul Rasyid. Ya,teman-teman Abdul Rasyid adalah orang yang baik hati dan berasal dari golongan menengah ke bawah.
  Farid mengunjungi mereka setiap malam kamis. Mereka kerap kali mengobrolkan tentang perkara halal haram,yang hak dan bathil. Dari obrolan tersebut Farid berfikiran bahwa masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang tidak islami sebab hukum islam tidak di tegakkan dan kerap kali di abaikan. Ia pun beranggapan bahwa sosialisme dan pluralisme adalah musuh islam.
  Setelah berbulan-bulan Farid masuk anggota Abdul Rasyid. Ia pun kerap kali menginap di asrama dan memperbincangkan hukum-hukum islam. Sabtu pagi Ketika Farid hendak pulang dan membuka pintu asrama,Abdul Rasyid memanggilnya.
  "Farid mau kemana?"
  "Aku mau pulang dulu"
  "Besok saja kawan,nanti sore akan aku perkenalkan kau dengan Syeikh Abdullah"
  "Syeikh Abdullah,Siapa?"
  "Guru kami,nanti disana kamu bisa bertanya dan meminta nasehat kepada beliau. Sekalian ada pengajian dan perkumpulan anggota"
  "Oh,baiklah kalau begitu"
  Sore itu ba'da ashar Farid dan teman-teman Abdul Rasyid berkunjung ke tempat syeikh Abdullah yang terletak di pinggiran kota Bandung. Setibanya di tempat syeikh Abdullah,ada sekitar lima belas orang berkerumulan memakai jubah putih dipadu dengan celana putih dan sorban putih yang menutup kepala. Mereka adalah para pengikut Syeik Abdullah. Sambil menunggu jama'ah yang lain datang mereka saling berkenalan dan bercakap-cakap.
  Seketika itu mendadak lantunan tahlil dan takbir berdengung dan bergemuruh. Para jamaah berdiri dan berebut mencium tangan Syeikh Abdullah yang baru saja datang. Syeikh Abdullah berusia sekitar Enam puluh tahun. Senyum yang khas,jenggot yang lebat dan mata yang hitam menggambarkan ke khusyuannya dalam beribadah.
  Ketika suasana sudah tampak tenang,Syeikh Abdullah duduk di kursi yang telah disediakan. Beliau mengucapkan salam dan memanjatkan puja-puji. Para jamaah mendengarkan dengan khidmat,tidak ada yang berbicara sepatah kata pun.
  "Saudara-saudaraku, Allah telah memerintahkan kepada segenap manusia untuk berjihad dengan sebenar-benarnya jihad. Para pemimpin-pemimpin yang rusak dan fasik yang menjadi penguasa di dunia islam sekarang ini,mereka dengan sengaja menyampingkan jihad sebagai kewajiban seorang muslim. Mereka semua di bantu oleh orang-orang kafir,karena mereka tahu bahwa ketika seorang muslim memegang teguh amanat jihad. Mereka akan terjungkal di kursi kekuasaan mereka. Mereka tidak berkata kecuali kebohongan.
  Untuk itu,mari kita teriakkan dengan lantang bahwa kita tidak menginginkan system sosialisme dan demokratis. Negara yang mengaku-ngaku demokratis ternyata melakukan kecurangan dalam pemilihan umum. Mereka telah berbohong dan membohongi kita semua. Islam dan demokrasi merupakan dua hal yang tak bisa di satukan. Demokrasi tak lain adalah seseorang menguasai orang lain untuk kepentingan sendiri.
  Syariat Allah tidak perlu diperdebatkan melainkan ditaati dan di amalkan. Kita harus memperjuangkannya meskipun orang-orang kafir membenci kita. Kita harus memperjuangkannya meskipun nyawa menjadi taruhannya. Marilah sama-sama hadirkan asma Allah dalam diri kita.
  Emosi Syeikh Abdullah kian memuncak,ia menggerak-gerakan tangannya keatas sambil berteriak jihad,jihad dan jihad. Berjihadlah kalian di jalan Allah dengan sepenuh hati.
  Usai berkhotbah para jamaah berebutan mencium tangan Syeikh Abdullah. Kemudian Syeikh Abdullah memasuki kamar khusus melewati pintu kecil yang berada di belakang mimbar. Lalu Abdul Rasyid dan  Farid ikut masuk kedalam ruangan itu,kemudian ia memperkenalkan Farid kepada Syeikh Abdullah.
   "Ya Syeikh,ini adalah saudara seperjuangan kita. Namanya Farid Ahmad dari Garut. Sekelas dengan saya yang pernah saya ceritakan kepada anda" kata Rasyid.
       Syeikh Abdullah pun tersenyum dan menyambut gembira atas kedatangan Farid di tempatnya.
       "Selamat datang anakku,mudah-mudahan ini menjadi berkah buat kamu. Aku telah mendengar banyak tentangmu dari Abdul Rasyid."
                                                                                      ***
 Perubahan pikiran dan cara pandang hidup dalam diri Farid juga berpengaruh dalam memandang Hamid. Farid merasa bahwa dirinya lebih baik dan tahu tentang persoalan agama,akhirnya ia memutuskan untuk bersilaturahim kepada Hamid.
  Pagi itu sekitar jam delapan lebih tiga puluh menit farid bersiap-siap membereskan tas dan memakai pakaian yang serba islami. Kemudian ia beranjak pergi ke halte bus dan menaiki mobil jurusan Solo  Jakarta.
  Setelah bus melewati kota solo,bus berbelok ke arah selatan mengarah langsung ke Jakarta. Ketika melewati jalan berbelok-belok si sopir mendadak menginjak rem untuk menghindari pengendara motor yang tiba-tiba menyalip dari salah satu tikungan tajam. Seketika itu sontak saja para penumpang kaget dan panik. Bibir Farid pun kerap kali bergetar menyebut asma Allah meminta perlindungan agar terhindar dari kecelakaan maut.
  Ketika cuaca mulai gelap dan hujan lebat mengguyur bumi,sopir bus langsung menyalakan lampu sorot dan meredupkan lampu yang ada di dalam bus. Berharap ruas jalan dapat terlihat lebih jelas jika suasana di dalam lebih gelap daripada di luar. Para penumpang pun terdiam dan cemas,mereka memusatkan perhatian pada pemandangan di luar.
  Sesampainya di daerah Jakarta Bus itu berjalan dengan merayap karena macet. Farid memandang ke luar melalui jendela bus,ia melihat gedung-gedung pencakar langit yang indah dan megah serta slogan-slogan spanduk di pinggir jalan.  
  Akhirnya bus itu sampai di terminal lebak bulus. Farid melangkah turun,kemudian ia menelpon Hamid dan meminta alamat kontrakannya. Dengan menghirup nafas yang dalam  ia pun takjub dengan keindahan kota Jakarta. Kota yang selalu menjadi khayalan dan impian orang-orang pedesaan untuk mengundi nasib. Tempat yang selalu disinggahi oleh para pejabat luar negeri dan menjadi jantung Negara Indonesia.
  Setibanya di kontrakan Hamid, Farid langsung disambut hangat dan di persilahkan untuk istirahat terlebih dahulu. Merenggangkan otot-otot dan rasa pegal karena seharian duduk di dalam bus.
  Usai beristirahat Farid langsung beranjak ke kamar mandi untuk menyegarkan badan. Hamid langsung menyediakan secangkir kopi dan kue kepada Farid. Sambil menikmati secangkir kopi Farid kemudian membicarakan seputar masalah halal haram,yang hak dan bathil.
  "Mid saat ini kita telah berada di antara  dua pilihan,berjihad atau masuk ke dalam lubang kehinaan."
  "Maksudnya apa?" Hamid kaget dan tidak mengerti apa sebenarnya yang dibicarakan Farid.
  "Begini,saat ini syariat islam telah diselewengkan oleh para penguasa di negeri ini. Sebenarnya Negara kita di atur oleh undang-undang dan kebudayaan barat. Bahkan Negara mengambil keuntungan dari tempat-tempat hiburan dan para penguasa telah banyak yang korupsi."
  "Lantas apa hubungannya dengan kita,aku semakin tidak mengerti apa yang dikatakan olehmu"
  "Aku ingin mengajakmu masuk ke dalam jamaah Laskar Jihad yang di pimpin langsung oleh syeikh Abdullah dari solo. Nanti disini kamu sebagai koordinator dan mengajak teman-teman kampus kamu"
  "Jihad seperti apakah yang kamu maksud?"
  "Kembali kepada Al-Qur'an dan Sunnah. Jihad melawan para penguasa dzolim dan orang-orang kafir serta menegakkan syariat islam. Kita hancurkan gereja-gereja dan tempat hiburan yang penuh dengan kemaksiatan. Kita binasakan antek-antek yahudi dan Israel. Dengan itu semua,maka Negara islam akan segera terwujud di negeri ini. Penguasa yang berkhianat akan segera lengser dan para penjilat kafir barat dan salib akan segera tamat"
  "Hemm Kita tidak mungkin bisa menerapkan syariat islam di negeri ini,karena negeri ini adalah negeri pancasila. Dimana semua orang berhak memilih agama dan menghormati sesama tanpa memandang ras,suku dan golongan. Fikiran kamu sudah radikal Rid. Di pesantren kita tidak pernah di ajarkan seperti itu,malahan kita di ajarkan untuk saling menghormati dan menyayangi sesama. Kembali kepada Al-Qur'an dan Sunnah maksudnya adalah mengeksplorasi semangat yang membebaskan, mencerahkan dan membuka mata terhadap realitas-realitas kehidupan yang berkembang ke depan bukan malah dengan menghancurkan tempat ibadah"
  "Rasanya kita sudah tidak sepaham dan seirama lagi Mid,aku hanya ingin mengajakmu untuk kembali kepada syariat islam. Sebagai mahasiswa tentunya kita ingin agar negeri ini bersih dari kemaksiatan dan tipu daya pemerintahan yang kotor."
  "Ya,tapi aku tidak setuju dengan pendapatmu yang harus menghancurkan tempat ibadah nom muslim dan tempat-tempat Hiburan. Bukankah ada cara lain yang lebih baik daripada itu."
  "Hmm,aku mau pamit pulang saja. Percuma ngobrol dengan orang yang keras kepala seperti kamu Mid." Ucap Farid dengan wajah yang kesal.
  Kemudian Farid beranjak ke kamar tidur membereskan pakaian dan tas nya.
  "Kawan tinggallah dulu beberapa hari lagi disini,jangan karena kita berbeda pemikiran membuat kita bermusuhan." Ucap Hamid sambil menghampiri Farid.
  Namun Farid tidak menghiraukan kata-kata Hamid.  Usai membereskan semuanya Farid langsung keluar dan berpamitan dengan Hamid.
  Setelah kejadian itu Hamid langsung bergegas pergi ke rumah Ustadz Syahril yang tak jauh dari kontrakannya. Ustadz Syahril merupakan salah satu tokoh agama di komplek kontrakan Hamid. Beliau adalah seorang Alumni UIN yang menjadi Imam Masjid dan guru ngaji di komplek.
  Usai tiba di rumah Ustadz Syahril, Hamid disambut Hangat dan langsung dipersilahkan duduk. Ustadz Syahril kemudian memanggil istrinya untuk membuat dua cangkir teh hangat beserta makanan ringan di dapur. Tanpa basa-basi Hamid pun langsung mengatakan perihal masalah yang sedang dihadapinya.
  "Ustadz,kemarin ada teman baik saya waktu di pesantren. Sekarang dia kuliah di solo. Saya heran dengan pemikirannya akhir-akhir ini,dia mengajak saya untuk masuk kedalam anggota Laskar Jihad dan mendukung mendirikan syariat islam dinegeri ini. Saya bingung apakah gerakan-gerakan keras seperti itu sudah masuk kedalam kampus-kampus dan apakah akar-akar gerakan itu sudah merambat di negeri ini?"
  "Kelompok garis keras adalah orang-orang yang tak kenal kompromi,dengan mudahnya mengatakan kafir dan murtad terhadap orang lain yang dianggap berbeda dengan pemikirannya. Akibatnya mereka mengebiri ajaran-ajaran islam yang toleran dan penuh kasih sayang menjadi seperangkat ideologis yang kaku. Mereka pun  terikat kepada upaya-upaya untuk mewujudkan sistem islami. Apa yang dilakukan oleh para aktivis garis keras jelas menyalahi dan bertentangan dengan nilai-nilai pancasila dan undang-undang dasar 45. Untuk itu berhati-hatilah supaya tidak terjebak kedalamnya." Ustadz Syahril mengingatkan.
  Tidak terasa sudah hampir dua jam mereka berbincang-bincang. Akhirnya Hamid memutuskan untuk pulang ke kontrakan karena hari pun sudah hampir gelap oleh awan hitam yang menghiasi langit pertanda akan turun hujan.
BERSAMBUNG......!!!
 
 
 
 
 
(maaf, tetapi tidak ada komentar diperbolehkan untuk artikel ini)
bahasa/language: Bahasa Indonesia English Language
Excelsis Fine Fragrances -Handcrafted With Real Essential Oils
Mastershop
BigYellowzone.com - Pengembang Web - Belanja Spesialis
Iklan di Sini - Dapatkan Jangkauan Worldwide dan Lokal dengan mempromosikan bisnis Anda di warta-majalengka.com

Kebijakan Privasi dan Ketentuan

Kami menjaga privasi serius.

Kami menghargai privasi dari pengunjung situs kami / anggota sangat serius.
Silakan klik di sini untuk melihat kebijakan privasi kami dan istilah umum, yang juga mencakup rincian dari "yang dapat melihat apa?" mengenai informasi yang Anda masukkan di situs, dan pendekatan umum kami / istilah untuk penggunaan situs.

Hak Cipta © 2011-2017 BigYellowZone. All Rights Reserved.
Dirancang/Dibuat oleh: BigYellowZone.com