Daftar di sini Login Berlangganan
Artikel Kategori
Hiburan
Belanja
Makanan
Wisata
Pendidikan
Budaya
Ilmu/Tek
Umum
Lintas Daerah
Umum Artikel
INFORMASI PENTING TENTANG SEMUA (Bahasa Indonesia)
IMPORTANT INFORMATION CONCERNING ALL (English)
Jasa ekspedisi import borongan / resmi , By sea dan by air harga all in sampai Jakarta
Jasa Ekspedisi Import Door to Door Service
catatan kecilku
Aku dan Pabrik Gula
Rindu Yang Ke Sembilan
Belajar dari Sebuah Mobil
Kecap Legendaris dari Majalengka
Belajar dari Kemasan
Catatan Kecil Nostalgia
PAKU dan AMARAH
1001 Burung Kertas
Umum Berita
KEHILANGAN
POLSEK CIWARINGIN MENGGELAR PELAYANAN TERPADU
"TELAH HILANG BPKB Sepeda Motor"
TELAH MENINGGALKAN RUMAH
“Modus Over Boking, Berujung Penipuan”
Manis Gula-Gula Cinta
Dua Siswi Mengaku Dicabuli
Kegiatan Peningkatan Pengolahan dan Pemasaran Produk Ikan dan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan Tahun 2011
UPAYA MENEGAKKAN KEWENANGAN DAERAH SESUAI DENGAN UU No.22/1999
Kecamatan Talaga Juara Umum MTQ Ke-42 Tingkat Kabupaten Majalengka
Bupati Majalengka membuka secara resmi MTQ ke-42
Umum Blog
d'_va
wartamajalengka
Iklan di Sini - Dapatkan Jangkauan Worldwide dan Lokal dengan mempromosikan bisnis Anda di warta-majalengka.com
Artikel > Umum > Bertahan dibalik Ke "khas" an. (oleh: Momon S. Maderoni)

Bertahan dibalik Ke "khas" an.

Komentar (0) (di Umum) - oleh: Momon S. Maderoni - 11-DES-2011 10:33
Ke "khas" an, daya tarik, pembeda dari yang ada.
Bertahan di Balik Ke “Khas” an
 
Di era informasi seperti sekarang, informasi mengalur deras, membelah batas kota dan desa, bahkan batas antar Negara.
Arus informasi deras masuk ke semua ruang dan tak kenal jeda waktu.
 
Ke khasan, Inovasi bertahan dan bersaing :
Derasnya arus informasi, menyebar ke semua pelosok negeri membuat warna-warna jadi sama.
Para penjual barang tak bisa lagi mengambil keuntungan yang banyak, karena  harga dipasaran satu sama lain tiap daerah mudah diketahui, sumber barangnya masyarakat juga tahu. Itu semua karena informasi mudah didapat.
 
Kemudian apa yang bisa membuat “bertahan” dari setiap individu para penjual, dan para langganan tidak lari ke Penjual lain ? Sementara barang yang dijual sama, harga juga “terpaksa” harus sama dengan harga penjual lainnya?. Tidak lain adalah menambah nilai lebih, inovasi “membuat ke khasan an” yang tidak dimiliki oleh Penjual lainnya.
Misalnya dengan layanan pengantaran “door to door”, suasana tokonya  dibuat nyaman, penerimaan pelayan yang ramah. Hal ini mendorong pelanggan membeli “kelebihan dan ke khasan” tersebut (sementara barang yang dibeli adalah sama ! ).
 
Ke Khasan, daya tarik Kota :
Setiap kota mempunyai “alami kehadirannya”. Ada kota Industri, wisata, belanja, peristirahatan, bahkan sampai Kota Pensiunan.  Arah setiap alami kehadirannya itu banyak ditentukan oleh berbagai hal; letak geografis kota, alam sekitarnya, suasananya, atau bahkan dibuat sengaja (direncanakan) oleh Pemerintahan Daerah tersebut.
 
Namun sayang, banyak kota  yang secara alami lahir sebagai kota tertentu, misalnya kota peristirahatan. Karena salah arah para pembuat kebijakan pemerintah setempatnya, jadi kehilangan arah yang jelas, misalya menjadi kota Industri, yang akhirnya menjadi kehilangan “ke khasan”  kota tersebut.
 
Para Pemimpin di daerah kadang banyak membangun fasilitas, meniru dari daerah lainnya. Suatu contoh yang banyak ditiru adalah membangun pusat perbelanjaan, bahkan sampai namanya juga meniru, misalnya dengan sebutan Square, Mall (bahkan sampai ditiru juga Font, jenis hurufnya juga ditiru sama dengan yang ada di kota besar yang ditirunya !).
 
Padahal belum tentu sarana tersebut sesuai dengan lingkungan di daerah tersebut, dan mungkin tata letak Pertokoan gaya lama (berderet di pinggir jalan dengan trotoar di depannya) lebih sesuai dan menjadi daya tarik bagi Wisatawan. Inilah ke “khasan” yang menjadi daya tarik !
 
Begitu juga dengan sarana lainnya, misalnya Rumah penduduk. Akan menjadi daya tarik wisatawan jika masih tetap dipertahankan “ke khasan” gaya rumah daerah tersebut.
 
Sayangnya kita ini senang meniru, maka di kampung-kampung pelosok desa, banyak ditemui rumah-rumah bertiang tinggi gaya Eropa, yang diinspirasi karena menonoton Sinetron. Padahal gaya rumah tsb tidak sesui dengan lingkungan sekitarnya. Hilanglah sudah ke khasan, yang menjadi daya tarik desa tersebut..!
 
Ke khasan, Icon, Landmark Kota :
Banyak kota menyandang nama tertentu, karena ke khasan daerah tersebut, yang menjadi Icon, Landmarak daerah tersebut. Sebut saja Cirebon dengan sebutan Kota Udang, Kuningan dengan Kudanya. ( Majalengka..?!)
 
Tapi sayang Icon ini banyak yang hanya tinggal pajangan sekedar di buat Patung pada Pintun Gerbang memasuki kota tersebut. Tidak dipertahankan sebagai Landmark, yang menjadi daya tarik bagi Wisatawan untuk berkunjung ke kota tersebut.
 
Andai Kuda Kuningan (yang terkenal dengan istilah Kecil kecil Kuda Kuningan), dipertahankan populasinya. Kemudian ditetapkan satu jalan yang di khususkan hanya untuk dilalui Delman, halmini sangat mungkin menjadi daya tarik Wisatawan untuk menikmati kota tersebut naik Delman keliling kota. Hal ini menjadi daya tarik karena “tidak dimui” di kota lainnya, menjadi suatu “ ke khasan “ !
 
Sayang seribu sayang, kita ini doyan meniru ! Akhirnya suasana semua kota terasa sama. Kita tidak lagi  menemui suasana khas yang berbeda tiap kota..!
Makan di rumah makan Fast Food (bukan warung yang khas), belanja di Mall (bukan di Toko-toko yang bisa dinikmati sambil berajalan di Trotoar), bahkan hilang suasana ngobrol di Warung Kopi yang khas, karena gaya Café juga ditiru di kota kecil..!          
Kita telah tidak mau menjadi “diri kita ” sendiri yang khas, yang memiliki “beda dari yang ada”, yang sesungguhnya hal ini akan menjadi “daya tarik”.
 
Mungkin benar apa yang ditulis oleh Muchtar Lubis dalam bukunya “Manusia Indonesia”, bahwa dari sederet budaya manusia Indonesia salah satunya adalah “Meniru”…!
 
 
(Anda harus login untuk mengirim komentar/balasan, Anda dapat mendaftar di sini)
(artikel ini dimoderatori - Anda dapat melihat komentar Anda / balasan segera setelah Anda posting mereka, tetapi yang lain hanya akan melihat mereka sekali pemilik telah menyetujui artikel mereka)
bahasa/language: Bahasa Indonesia English Language
Excelsis Fine Fragrances -Handcrafted With Real Essential Oils
Mastershop
BigYellowzone.com - Pengembang Web - Belanja Spesialis
Iklan di Sini - Dapatkan Jangkauan Worldwide dan Lokal dengan mempromosikan bisnis Anda di warta-majalengka.com

Kebijakan Privasi dan Ketentuan

Kami menjaga privasi serius.

Kami menghargai privasi dari pengunjung situs kami / anggota sangat serius.
Silakan klik di sini untuk melihat kebijakan privasi kami dan istilah umum, yang juga mencakup rincian dari "yang dapat melihat apa?" mengenai informasi yang Anda masukkan di situs, dan pendekatan umum kami / istilah untuk penggunaan situs.

Hak Cipta © 2011-2017 BigYellowZone. All Rights Reserved.
Dirancang/Dibuat oleh: BigYellowZone.com