Signup here Login Subscribe
Article Categories
Entertainment
Shopping
Food
Tourism
Education
Culture
Science/Tech
General
Cross-Regional
General Articles
Jasa ekspedisi import borongan / resmi , By sea dan by air harga all in sampai Jakarta
Jasa Ekspedisi Import Door to Door Service
catatan kecilku
Aku dan Pabrik Gula
Rindu Yang Ke Sembilan
Belajar dari Sebuah Mobil
Bertahan dibalik Ke "khas" an.
Kecap Legendaris dari Majalengka
Belajar dari Kemasan
Catatan Kecil Nostalgia
PAKU dan AMARAH
General News
KEHILANGAN
POLSEK CIWARINGIN MENGGELAR PELAYANAN TERPADU
"TELAH HILANG BPKB Sepeda Motor"
TELAH MENINGGALKAN RUMAH
“Modus Over Boking, Berujung Penipuan”
Manis Gula-Gula Cinta
Dua Siswi Mengaku Dicabuli
Kegiatan Peningkatan Pengolahan dan Pemasaran Produk Ikan dan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan Tahun 2011
UPAYA MENEGAKKAN KEWENANGAN DAERAH SESUAI DENGAN UU No.22/1999
Kecamatan Talaga Juara Umum MTQ Ke-42 Tingkat Kabupaten Majalengka
Bupati Majalengka membuka secara resmi MTQ ke-42
dhk_va's Articles
GREEN SMELTER ATD
Museum Timah Indonesia
General Blogs
d'_va
wartamajalengka
Advertise Here - Get Worldwide and Local Reach by promoting your business on warta-majalengka.com

1001 Burung Kertas

Comments (0) (in General) - by: dhk_va - 29-OCT-2011 9:48 AM
cerita motivasi ...... cinta, kejujuran, keluarga dan kematian
Tiap burung kertas menyimbolkan satu harapan
Tiap burung kertas menyimbolkan satu harapan

Arman dan Inda adalah sepasang kekasih yang serasi walaupun keduanya berasal dari keluarga yang berlatar belakang jauh berbeda. Inda, berasal dari keluarga yang kaya raya dan selalu berkecukupan. Sedangkan Arman berasal dari keluarga miskin yang serba kekurangan. Tetapi dalam kehidupan keduanya, " Arman sangat mencintai Inda."

Arman telah melipat 1000 burung kertas untuk Inda. Dan Inda selalu menggantungkan setiap burung kertas pemberian Arman tersebut dalam kamarnya. Di dalam setiap burung kertas tersebut Arman telah menuliskan harapannya kepada Inda. Dan tentu saja telah banyak harapan-harapan yang Arman ungkapkan kepada Inda.  " Semoga kita selalu saling mengasihi, " " Semoga Tuhan selalu melindungi mu dari bahaya," " Semoga kita mendapatkan kehidupan yang bahagia," dan sebagainya. Semua harapan itu telah disimbolkan dalam burung-burung kertas yang diberikannya kepada Inda.

Suatu hari Arman melipat burung kertasnya yang ke 1001. Burung itu dilipat dengan kertas transparan sehingga kelihatan sangat berbeda dengan burung-burung kertas yang lain. Ketika memberikan burung kertas itu, Arman berkata kepada Inda : " Inda, ini burung kertasku yang ke 1001. Dalam burung kertas ini aku mengharapkan adanya kejujuran dan keterbukaan antara aku dan kamu. Aku akan segera melamarmu dan kita akan segera menikah. Semoga kita dapat mencintai sampai Tuhan memanggil kita berdua."
Saat mendengar Arman berkata demikian, menangislah Inda. Inda berkata kepada Arman :     " Arman, senang sekali aku mendengar semua itu, tetapi aku sekarang telah memutuskan untuk tidak menikah denganmu karena aku butuh uang dan kekayaan seperti kata orang tuaku."
Saat mendengar itu Arman pun terkejut. Ia kemudian mulai marah kepada Inda, dan menyebut Inda perempuan matre yang tidak berperasaan, kejam, dan sebagainya. Akhirnya Arman meninggalkan Inda yang hanya bisa menangis seorang diri.

Arman mulai terbakar semangatnya. Ia pun bertekad dalam dirinya bahwa ia harus sukses dan hidup berhasil. Sikap Inda dijadikannya cambuk untuk maju dan terus maju. Dalam sebulan usaha Arman mulai menunjukkan hasilnya. Ia diangkat menjadi kepala cabang di mana ia bekerja dan dalam setahun ia telah diangkat menjadi manajer sebuah perusahaan yang bonafide dan tak lama kemudian ia mempunyai 50 % saham dari perusahaan itu. Sekarang tak seorangpun yang tak kenal Arman, ia adalah bintang kesuksesan.

Suatu hari Arman berkeliling kota dengan mobil barunya. Tiba-tiba dilihatnya sepasang suami istri tua tengah berjalan dalam derasnya hujan. Suami istri itu kelihatan begitu lusuh dan tidak terawat. Arman pun penasaran dan mendekati suami istri itu dengan mobilnya dan ia mendapati bahwa suami istri itu adalah orang tua Inda. Arman mulai berpikir untuk memberi pelajaran kepada kedua orang tua itu, tetapi hati nuraninya melarangnya sangat kuat. Arman membatalkan niatnya dan ia membututi kemana perginya orang tua Inda.
Arman sangat terkejut ketika didapatinya orang tua Inda memasuki makam yang dipenuhi oleh burung-burung kertas. Ia pun semakin terkejut ketika mendapati foto Inda dalam makam itu.

Arman bergegas turun dari mobilnya dan berlari ke arah makam Inda untuk menemui orang tua Inda. Orang tua Inda berkata : " Arman, sekarang kami telah miskin, harta kami habis untuk membiayai pengobatan Inda yang terkena kanker ganas. Inda menitipkan surat ini kepada kami untuk diberikan kepadamu jika kami bertemu denganmu," sambil menyerahkan sepucuk surat kumal kepada Arman.
Arman membaca surat itu, " Arman, maafkan aku. Aku terpaksa membohongimu. Aku terkena kanker ganas yang tak mungkin untuk disembuhkan. Aku tak mungkin mengatakan hal ini kepadamu saat itu. Karena jika aku lakukan, aku akan membuatmu jatuh dalam kehidupan sentimentil yang penuh keputusasaan yang akan membawa hidupmu pada kehancuran. Karena aku tahu semua tabiatmu Arman. Karena itu aku lakukan semua ini. Aku mencintaimu Arman......... Inda."

Setelah membaca surat itu, menangislah Arman. Ia telah berprasangka terhadap Inda begitu kejam. Ia pun mulai merasakan betapa sakit hati Inda terluka ketika ia mencemoohnya. Arman merasakan betapa Inda kesepian seorang diri dalam sakitnya hingga maut menjemputnya. Betapa Inda mengharapkan kehadirannya disaat-saat penuh penderitaan itu. Tetapi ia lebih memilih untuk menganggap Inda sebagai perempuan matre yang tidak berperasaan.
Inda telah berkorban untuknya agar ia tidak jatuh dalam keputusasaan dan kehancuran. Begitu mulia cinta Inda untuk dirinya.

(you must login to post comments/replies, you can register here)
bahasa/language: Bahasa Indonesia English Language
Excelsis Fine Fragrances -Handcrafted With Real Essential Oils
Mastershop
BigYellowzone.com - Web Developers - Shopping Cart Specialists.
Advertise Here - Get Worldwide and Local Reach by promoting your business on warta-majalengka.com

Privacy Policy and Terms

We take privacy seriously.

We take the privacy of our site's visitors/members very seriously.
Please click here to view our privacy policy and general terms, which also includes details of "who can see what?" regarding the information that you enter on the site, and our general approach/terms to usage of the site.

Copyright © 2011-2017 BigYellowZone. All Rights Reserved.
Designed/Created by: BigYellowZone.com